BREAKING NEWS

FGD SID OPLAH Soppeng Sinkronkan Program Pusat dan Daerah, Dorong Realisasi Listrik Masuk Sawah

 



PROGRAMTERBARU.COM || Soppeng -- Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait persiapan pelaksanaan Survey Investigasi Desain (SID) untuk kegiatan optimalisasi lahan non rawa, Kamis (25/3/2026), di Ruang Pimpinan Kantor Bupati Soppeng.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Ketua Tim Penyusun SID LPPM Universitas Hasanuddin Andang Suryana Soma, Ph.D beserta tim, Manajer PLN Cabang Soppeng Ria Fitriani Rachman, serta Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng bersama jajaran.

Turut hadir pula Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tingkat kabupaten dan para koordinator PPL dari delapan kecamatan di Kabupaten Soppeng.

FGD ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, langkah, serta arah kebijakan dalam pelaksanaan survei dan perencanaan teknis optimalisasi lahan non rawa di Kabupaten Soppeng.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinkronisasi program pemerintah pusat yang bersumber dari APBN dengan visi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian, termasuk program listrik masuk sawah.

Dalam arahannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama Kementerian Pertanian RI.

Menurutnya, salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mendorong realisasi program listrik masuk sawah sebagai solusi atas keterbatasan air yang kerap dihadapi petani saat musim tanam.

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan bersama Kementerian Pertanian, khususnya terkait visi kami menghadirkan listrik masuk sawah guna mengatasi kekurangan air saat musim tanam. Kami berharap program ini dapat segera terwujud,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian berencana mengalokasikan anggaran sekitar Rp67 miliar pada tahun ini melalui program Optimasi Lahan (OPLAH).

Sementara itu, Ketua Tim SID, Andang Suryana Soma, memaparkan mekanisme dan metodologi penyusunan SID optimalisasi lahan non rawa. Ia menjelaskan bahwa keputusan teknis nantinya akan disusun berdasarkan potensi lahan dan kebutuhan kelompok tani yang menjadi sasaran program.

Menurutnya, penentuan lokasi dan kelompok penerima mengacu pada data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah dihimpun oleh penyuluh pertanian, sehingga intervensi program dapat lebih tepat sasaran.

Dari sisi dukungan infrastruktur, pihak PLN turut memaparkan kesiapan serta kapasitas pembangunan jaringan listrik untuk menunjang program tersebut.

Dukungan energi dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan optimalisasi lahan non rawa, terutama untuk menunjang sistem irigasi berbasis listrik di kawasan pertanian.

PLN juga menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Melalui FGD ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman dan langkah yang sama sebelum pelaksanaan SID di lapangan, sehingga program dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Soppeng.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar